Rabu, 18 Maret 2015

Haru, tangis hari itu

Malam tak berteman dengan lelap, pagi menyinsing, pemain terbaik terjaga, bersiap, memulai hal baik. Tapi tidak untuk keparat, lemah, menyerakahi waktu
ya, saya begini . manusia bising dengan kesombongan,. tak mengikuti lagi patuh.
saya pecundang, menjajah waktu, semena-mena, tak tau kapan tidur, kapan balas budi. 
sadar, tapi sulit berubah.. haha yang benar saja. kita punya Sang Pencipta, jangan pura-pura angkuh di hadapan Sang Pemurah itu.
rentetan sesal kian memburu bertubi-tubi tapi datang setelah kesenangan. huh curang!

Sekedar mengingat sebentar saja kau enggan, sombong bagai tinggi. Bukan apa-apa, jelas-jelas Dia tempat mengadu!

Mendamba berdua dengan Mu, impi ku, tapi lagi-lagi.. ah sudahlah. muak juga dengan impi-impi nan jenaka ini, "berubah" pun kian mustahil.

wudhu, biarkan bebas, kau teguk sendiri, rasakan, walau sebentar, disini kau tak berarti, sekali lagi kau tak berarti!

Kita akan pulang! teguk tangis mu di hari itu, haru tak kan terasa.

3 komentar: